Istilah Istilah Ekonomi Makro
PDB (Produk Domestik Bruto): Total nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun. Ini mengukur pertumbuhan ekonomi.
Inflasi: Kenaikan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu ekonomi. Ini mengurangi daya beli uang.
Suku Bunga: Persentase biaya pinjaman uang yang ditetapkan oleh bank sentral. Suku bunga mempengaruhi konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi.
Pengangguran: Jumlah orang yang tidak memiliki pekerjaan tetapi aktif mencari kerja. Tingkat pengangguran mengukur kesehatan pasar tenaga kerja.
Neraca Perdagangan: Perbedaan antara ekspor dan impor suatu negara. Surplus berarti ekspor lebih besar dari impor, sementara defisit berarti sebaliknya.
APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara): Rencana keuangan tahunan pemerintah yang mencakup pendapatan (misalnya, pajak) dan belanja negara.
Kebijakan Fiskal: Kebijakan pemerintah terkait pengeluaran dan pajak untuk mempengaruhi ekonomi, seperti untuk mengatasi inflasi atau pengangguran.
Kebijakan Moneter: Kebijakan yang diterapkan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang yang beredar dan suku bunga guna menjaga stabilitas ekonomi.
Defisit Anggaran: Ketika pengeluaran pemerintah lebih besar dari pendapatannya. Biasanya dibiayai dengan utang.
Kurs (Nilai Tukar): Harga mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Kurs mempengaruhi ekspor dan impor.
Stagflasi: Situasi di mana ekonomi mengalami inflasi tinggi sekaligus pertumbuhan ekonomi yang lambat dan tingkat pengangguran tinggi.
Resesi: Penurunan aktivitas ekonomi selama dua kuartal berturut-turut atau lebih, sering ditandai dengan menurunnya PDB.
Deflasi: Penurunan harga barang dan jasa secara umum, yang biasanya terjadi karena menurunnya permintaan.
Cadangan Devisa: Mata uang asing yang disimpan oleh bank sentral untuk mendukung nilai tukar dan membayar kewajiban internasional.
Konsumsi: Pengeluaran rumah tangga untuk barang dan jasa, yang merupakan bagian besar dari PDB suatu negara.
Investasi: Pengeluaran untuk barang modal seperti pabrik, mesin, atau properti untuk meningkatkan produktivitas di masa depan.
0 Komentar:
Posting Komentar