Negara-negara maju memulai kemajuan ekonomi mereka di sektor industri. Mengapa sektor industri? Karena sektor industri dapat mengubah/menambah nilai suatu barang sehingga kita tidak menjual komoditas/barang mentah dengan harga yang murah, bahkan di Indonesia sendiri sektor industri pengolahan menjadi penopang perekonomian di Indonesia, hal tersebut di tandai dengan industri pengolahan yang berkontribusi paling besar terhadap PDB kita selama 20 tahun berturut turut.
Walaupun berkontribusi paling besar kontribusi sektor industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus menurun. Pada 2023, porsi industri terhadap PDB hanya sekitar 18%, turun dari puncaknya di atas 30% pada 1990-an. Bahkan pertumbuhan industri pengolahan cenderung menurun tiap tahunnya.
Tahapan Industrialisasi Suatu Negara
Kalau kita melihat negara-negara maju, sebelum menjadi negara maju mereka melewati 3 tahapan yang terstruktur yaitu agraris, industri, dan deindustrialisasi.
Tahap Agraris: Pada tahap awal, perekonomian bergantung pada sektor agraris seperti pertanian, perikanan, dan peternakan. Sebagian besar tenaga kerja terserap di sektor ini. Namun, ketergantungan pada alam dan tenaga kerja membuat sektor ini tidak bisa menjadi motor pertumbuhan jangka panjang. Modernisasi pertanian mengurangi jumlah pekerja di sektor ini, sehingga industrialisasi menjadi penting untuk menyerap tenaga kerja berlebih.
Awal Industrialisasi: Di tahap ini, negara mulai mengembangkan industri dasar yang awalnya untuk membantu sektor agraris dan mulai berkembang hingga membuat tekstil, barang konsumen, dan manufaktur ringan. Seiring waktu, tenaga kerja dari sektor pertanian beralih ke sektor ini lalu masuk ke
Tahap Industrialisasi Lanjut: Pada tahap ini, negara mulai membangun industri yang lebih kompleks seperti permesinan, otomotif, dan elektronik. Sektor industri menjadi penyumbang utama PDB (yang biasanya lebih dari 30%) dan tenaga kerja. Negara-negara yang berhasil di tahap ini biasanya mengalami lonjakan besar dalam pertumbuhan ekonomi.
Tahap Jasa: Pada tahap ini, negara mengembangkan industri berbasis teknologi tinggi dan sektor jasa yang berkembang pesat. Peran industri pengolahan mulai menurun karena efisiensi teknologi dan perkembangan sektor jasa sangat signifikan, tahap inilah yang di sebut Deindustrialisaisi. Tahap ini di tandai dengan penurunan sektor industri pengolahan terhadap PDB dan diiringi oleh perkembangan jasa-jasa modern serta pendapatan per kapita penduduknya tergolong tinggi.
Indonesia sekarang berada di tahap apa? Kalau kita lihat, tidak ada tanda tanda kita sudah berada di tahap 'Industrialisasi Lanjut', kita sepertinya masih berada di awal industrialisasi, Indonesia bukan lagi negara agraris, tetapi tak pernah pula menjadi negara dengan tahap industrialisasi lanjut, bahkan jika kita analisis lagi Indonedia sudah berada pada tahap Deindustrialisasi.
Loh, bagaimana bisa Indonesia sudah masuk tahap deindustrialisasi tanpa melewati tahapan 'industrialisasi lanjut'? Sayangnya yang terjadi di Indonesia bukanlah deindustrialisasi semacam itu, sektor jasa kita saja belum mendominasi, pendapatan per kapita kita masih rendah dan tidak ada tanda tanda kita sudah melewati atau bahkan berada di tahapan industrialisasi lanjut, banyak ekonom menyebut kalau kita sedang mengalami Deindustrialisasi Prematur, belum lagi soal sektor industri pengolahan dan pertanian kita yang kontribusinya terus menurun.
Dalam peralihan negara agraris menjadi negara industri, penurunan kontribusi sektor pertanian merupakan hal yang wajar, tetapi harus di imbangi juga dengan meningkatnya kontribusi industri pengolahan dan peningkatan tenaga kerja menuju sektor industri, karena orang-orang mulai beralih dari sektor agraris menuju industri.Tetapi sayangnya per-Februari 2024 ini, sektor pertanian masih menyerap tenaga kerja paling besar yaitu sebesar 28,64% dari 142,18 juta orang yang berkerja.
Data-data tersebut sudah cukup menunjukan kalau kita masih jauh dari tahapan 'Industrialisasi Lanjut'. Bahkan dari data-data tersebut makin memperjelas ketidakjelasan struktur ekonomi kita. Perjalanan Indonesia dalam mengapai Industrialisasi masih panjang dan masih banyak tantangan. Kita memasuki fase yang di sebut para ekonom sebagai Deindustrialisasi Dini atau Deindustrialisasi Prematur.
Lalu mengapa hal tersebut bisa terjadi? Jawaban dan pembahasan tersebut akan di bahas di artikel seanjutnya yang berjudul 'Mencari Solusi untuk Deindustrialisasi Dini: Tantangan Baru bagi Ekonomi Indonesia'.



keren bang
BalasHapus