Sejak awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sektor industri pengolahan telah diproyeksikan sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia bahkan sudah ada target pertumbuhan tiap tahunnya. Hal ini di sampaikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun, sayangnya realisasinya tidak sesuai dengan harapan.
Target Pertumbuhan yang Tidak Tercapai
Pada RPJMN 2015-2019, industri pengolahan diharapkan tumbuh pesat, dengan target mencapai 8,6% pada 2019. Namun, realita menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor ini cenderung stagnan dan jauh di bawah target. Pertumbuhan yang hanya mencapai 3,8% pada 2019 menggambarkan kegagalan pemerintah dalam merealisasikan pertumbuhan industri pengolahan.
Pada RPJMN 2020-2024, target pertumbuhan industri pengolahan diturunkan dengan harapan bisa terpenuhi menjadi 7,4% di 2024. Walaupun pemerintah sudah 'di beri keringanan', pertumbuhan yang diharapkan tidak tercapai, dengan realisasi hanya 4,85% pada 2024.
Porsi Industri Pengolahan Terhadap PDB yang Terus Menurun
Selain pertumbuhan yang tak sesuai target, porsi sektor industri pengolahan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga tidak memenuhi target. Pada RPJMN 2015–2019, pemerintah menargetkan porsi industri pengolahan dalam PDB meningkat hingga 21,60% pada 2019. Namun, realisasinya justru menurun dari 20,99% pada 2015 menjadi hanya 19,70% pada 2019.
Dalam RPJMN 2020–2024, pemerintah menargetkan porsi sektor industri dengan target 20,5% pada 2024. Namun, realisasi hanya mencapai 18,2% pada 2024. Bahkan dari 2015–2024 kontribusi sektor industri cenderung mengalami penurunan. Penurunan ini menunjukkan lemahnya kontribusi sektor industri dalam perekonomian Indonesia.
Kegagalan Transformasi Ekonomi
Penurunan kinerja sektor industri pengolahan ini menjadi indikator jelas bahwa transformasi ekonomi yang direncanakan tidak berhasil. Pemerintah gagal bertransisi dari sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja paling banyak menuju sektor industri. Alih-alih mengembangkan industri pengolahan, porsi sektor pertanian tetap dominan dalam penyerapan tenaga kerja, menunjukkan ketergantungan yang tinggi pada sektor yang seharusnya semakin dikurangi perannya jika ingin 'naik kelas' menuju negara industri.
Baca :Struktur Ekonomi Indonesia dan Tantangan Industrialisasi Indonesia
Kesimpulan
Dari perbandingan RPJMN dan realisasi yang terjadi, menurut saya pemerintah Indonesia GAGAL dalam memajukan sektor industri pengolahan dan bertransformasi dari agraris menuju industri, di tambah lagi ketergantungan yang masih tinggi pada sektor pertanian.

0 Komentar:
Posting Komentar