Presiden Jokowi memiliki tantangan yang besar untuk meingkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal tersebut dapat di lihat dari target yang sudah ditetapkan pada Rancang Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun, lagi-lagi kenyataan tidak sesuai dengan harapan, baik untuk periode 2015–2019 maupun 2020–2024.
Sektor industri pengolahan dan investasi justru menunjukkan performa yang mengecewakan, porsi dan pertumbuhan industri pengolahan dalam Produk Domestik Bruto (PDB) terus merosot. Hal tersebut menjadikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di tamabah lagi dengan pandemi COVID-19 yang memperburuk keadaan.
Di lihat dari data tersebut, pertumbuhan ekonomi selama era pemerintahan Jokowi tidak berhasil mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJMN, baik untuk periode 2015–2019 maupun 2020–2024. Target pertumbuhan ekonomi yang awalnya ambisius, dengan proyeksi pertumbuhan yang akan "meroket," tidak terjadi, bahkan setelah target diturunkan pada periode kedua RPJMN, pencapaian pertumbuhan ekonomi tetap jauh di bawah sasaran..
Faktor utama yang menyebabkan kegagalan ini adalah kinerja sektor industri pengolahan dan investasi yang tidak sesuai harapan. Sektor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan yang jauh lebih rendah dari yang ditargetkan, sehingga menyebabkan porsi industri dalam Produk Domestik Bruto (PDB) menurun. Selain itu, kinerja investasi, yang diukur melalui laju pembentukan modal tetap bruto (PMTB), juga berada di bawah target, yang turut membatasi laju pertumbuhan ekonomi.
Baca: Kegagalan Jokowi dalam Memajukan Sektor Industri Pengolahan
Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang signifikan terhadap pencapaian ekonomi selama RPJMN 2020–2024, tetapi kegagalan dalam mencapai target pertumbuhan sudah terlihat sebelum pandemi.
Kesimpulan
Pertumbuhan ekonomi selama era Jokowi berada di bawah ekspektasi dan lebih rendah dibandingkan dengan masa pemerintahan SBY dan Soeharto. Hal ini menambah 'nilai merah' untuk Jokowi semasa menjabat ,yang artinya Jokowi GAGAL dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi menurut target yang sudah di tetapkan di RPJMN dan pertumbuhan rata-ratanya masih lebih rendah di bandingkan tahun-tahun sebelumnya .


0 Komentar:
Posting Komentar